5.10.13

Speaks and Scars

The marks humans leave are too often scars.”
John Green, The Fault in Our Stars 

Pertama-tama gue mengucapkan terimakasih kepada Venna Shafira yang telah membuat gue tau akan sebuah video yang cukup membuat kantong air mata gue meluap.


Karena gue ngga mau spoiler, kalo kepo silahkan nonton sendiri :-)


Kesimpulan pertama yang dapat gue tarik adalah, say it yo wit!
Kadang yang diperlukan hanya dengan bicara, sepatah dua patah kata, yang akan merubah seluruh moment hidup lo. Hanya butuh kisaran 5-10 detik untuk mengucapkannya. Tapi apa yang terjadi? Kebanyakan orang memilih untuk tidak menghabiskan 5-10 detiknya untuk bicara apa yang ingin dia bicarakan. Dan meninggalkan kata-kata yang tak terucap menunggu untuk terkuak somehow, entah membiarkannya ditebak dengan berbagai kode atau bahkan.. ya.. sekedar meninggalkannya.
Pernah ngga lo rasanya ingin mengatakan sesuatu, yang sekarang masih tertahan?
Pernah ngga lo rasanya ingin menarik kata-kata lo, dan merubah apa yang udah terjadi?
Pasti pernah *sotoy*
Gue sih pernah *curhat*
Tapi... Ya.. mau gimana, udah lewat momentnya, kalo baru sekarang diucapkan atau ditarik udah basi!
Itulah kenapa, semua itu ada momentnya. Yang membuat semua menjadi benar.

Kesimpulan kedua yang dapat gue cerna adalah, kadang orang-orang terlalu takut untuk terluka.
Coba aja deh, misalkan temen cewek lo suka sama cowok, terus lo bilang ke temen cewek lo, "Udah bilang aja ke dia!"
Pasti respon temen lo, "Ah! Nanti dia nganggep gue cewek apaan?"
Praduga dan prasangka itulah, pasti takut kan kalo misalkan dianggep yang ngga baik. Atau pasti takut kan kalo cowok itu ngga suka.
Padahal sakit itu perlu loh. Tanpa rasa sakit lo ngga tau mana yang benar dan mana yang salah, baik buat lo atau orang lain. Contohnya alergi deh, coba lo gatau lo alergi misalkan debu, lo gatau kan kalo debu itu ngga baik buat lo.
Sakit itu yang bikin 1000 alasan untuk membuat lo menjadi lebih baik, dan membuat lo 1 juta triliun lebih kuat dari sebelumnya.
Bersyukurlah bagi kalian yang merasakan sakit, daripada ngga bisa ngerasain apa-apa.
Berterimakasihlah kepada orang-orang yang membuat kalian terluka, tanpa mereka kalian bukan kalian yang sekarang, kalian yang jauuuuuuuuuh lebih baik.

Jadi kritik dan saran dari gue (Berasa kartul)
Ah salah nih mengungkit kartul, doakan ya kartul gue selesai pada waktunya. Terimakasih teman-teman
Jadi, bicaralah.
Memang ada beberapa kata yang lebih baik tidak dibicarakan.
Namun, bicaralah. Agar kamu dan kalian ngga perlu menghabiskan seluruh hidup kalian dalam berjuta pertanyaan dan tanda tanya besar.
Beranilah, beranilah untuk merasakan sakit. Syukurilah rasa sakit itu. Dan belajarlah dari rasa sakit.

Dan sebagai salah satu dari berjuta bahkan bermiliar populasi jomblo di dunia ini,
saya mengucapkan Selamat Malam Minggu!

No comments:

Post a Comment